Rupiah hanya dijaga agar tidak terlalu cepat melemah atau menguat.
Ilustrasi Rupiah (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
Gubernur BI, Darmin Nasution, menjelaskan, selama ini upaya bank sentral dalam menjaga fluktuasi rupiah masih terbilang sederhana. BI menjaga agar pergerakan nilai tukar tidak terlalu tajam.
"Jika arahnya melemah, kami menjaga supaya jangan terlalu cepat melemah. Atau jika menguat, kami tidak akan lawan. Hanya kami jaga agar tidak terlalu cepat," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat 31 Agustus 2012.
Sementara itu, untuk intervensi rupiah, ada berbagai indikator hal yang menjadi perhatian BI, di antaranya pergerakan inflasi, neraca pembayaran Indonesia, dan fundamental ekonomi.
Sebelumnya, ekonom Royal
Bank of Scotland (RBS) Asia Tenggara, Enrico Tanuwidjaja, menilai
pelemahan nilai tukar tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga
beberapa negara kawasan seperti India dan China. Menurut dia, hingga 6-9
bulan ke depan, rupiah masih akan tertekan.
Bahkan, ia memprediksi pada akhir 2012, posisi rupiah berada di level Rp9.600-9.700 per dolar AS.
Rupiah diperkirakan kembali menguat pada akhir 2013 dan bertahan di level Rp9.200 per dolar AS. Saat ini, rupiah masih berada di kisaran level Rp9.500 per dolar AS. (art)
Rupiah diperkirakan kembali menguat pada akhir 2013 dan bertahan di level Rp9.200 per dolar AS. Saat ini, rupiah masih berada di kisaran level Rp9.500 per dolar AS. (art)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !